n695579627_1149741_2966

Green Canyon atau yang sering disebut para penduduk lokal Cukang Taneuh, atau yang berarti jembatan tanah, merupakan salah satu tempat yang menjadi tujuan backpacking saya. Akhirnya saya pun dapat mewujudkannya bersama teman saya dalam trip dadakan.

Berangkat dari Jakarta (terminal kampung Rambutan) jam 10 malam, ternyata bus yang menuju pangandaran telah habis….akhirnya setelah tanya kanan kiri (tetap dengan para calo yang selalu setia mengikuti kami berdua), akhirnya kami pun menaiki bus jurusan Banjarnegara, dan akan disambung dengan bus tujuan pangandaran.

Hawa dingin menusuk, ditambah kencangnya AC dan hawa dingin dari hujan yang terus mengguyur, membuat saya agak sedikit susah untuk memejamkan mata. Saya pun menikmati perjalanan menuju Banjarnegara dengan mata terus melihat awas ke arah jalan. Kurang lebih 7 jam perjalanan, akhirnya tepat pukul 05.00 WIB, kami pun tiba di Banjar. Langsung saja kami menuju mushola untuk menunaikan ibadah Sholat Shubuh, dan bersih-bersih di kamar kecil.

Setelah selesai dengan urusan pribadi, saya pun melanjutkan perjalanan menuju Pangandaran dengan menggunakan bis kecil. Sempat perang mulut, karena ditarik harga karcis yang sangat tidak masuk akal. Akibat emosi pula, yang harusnya perjalanan masih jauh, tapi tiba-tiba saya memutuskan untuk turun di sebuah terminal kecil.

Berbekal sebuah nomor kontak person di pangandaran, akhirnya saya mencoba menghubungi beliau, dan ternyata pula, letak rumah beliau tepat didepan Terminal Perahu Cukang Taneuh. Ya sudah, akhirnya saya memutuskan untuk langsung ke rumah beliau dan skip pantai pangandarannya (itu juga setelah saya ditawari bebas menginap di rumah beliau, hehehe). Sampai di terminal Cijulang , saya pun berganti ojek menuju rumah Pa’ Odin.

n695579627_1149744_3764

Pukul 09.00 kurang lebih, saya telah tiba di tujuan. Untung saja saat itu air sungai menuju Green Canyon tidak keruh, meskipun semalaman turun hujan. Akhirnya saya pun langsung mengutarakan niat untuk langsung menuju Green canyon, demi menghemat waktu (belom mandi juga, soalnya mikir bakal maen air juga disitu, hehehe). Kami pun berangkat menuju Hulu sungai dengan perahu motor. Suasana pagi masih lengang, meskipun sudah terdapat beberapa rombongan yang akan menuju Cukang Taneuh pula. Namun dikarenakan bukan hari libur, maka suasana tidak begitu ramai.

n695579627_1149743_3495

Menyusuri sungai dengan warna air hijau jernih, dengan kanan kiri tumbuhan lebat sebagai pemandangannya, memanjakan mata ini akan satu lagi lukisan alami yang dibuat oleh alam. Sempat melihat biawak besar, namun ketika akan saya foto, tiba-tiba biawak tersebut kabur sudah. Memasuki Hulu sungai, sudah terlihat tebing-tebing besar Green Canyon. Perahu pun melaju diantara tebing-tebing tersebut. Pada batas akhir perahu tiba, saya pun langsung menuju ke arah bebatuan besar yang sudah ramai pengunjung.

n695579627_1149735_1342

n695579627_1149736_1607

Berbekal tas plastik untuk tempat kamera, saya bersama pemandu, berenang melawan kuatnya arus menuju ke arah yang lebih dalam lagi. Kadang-kadang harus berpegangan di sisi-sisi tebing untuk bisa menggapai batuan tempat kami akan berpijak.

Setelah beberapa kali berenang dan merayap di bebatuan, akhirnya saya tiba di tempat yang tidak terlalu ramai pengunjung (setelah spot untuk terjun dari atas batu). beristirahat, melihat keriangan pengunjung yang bermain-main, meloncat dari atas batu, mengikuti aliran arus sungai yang deras. Terwujud sudah impian saya pun mengunjungi Green Canyon, walaupun di tengah cuaca yang sebenarnya kurang bersahabat.

Puas berdiam diri menikmati semuanya, saya pun kembali ke perahu. Kali ini  tidak terlalu susah  untuk berenangnya, karena saya dengan menggunakan Life Vest, hanya mengarungkan badan ini di tengah derasnya aliran arus sungai Green canyon. Terus meluncur, kembali merayapi batu, meluncur kembali, menabrak sisi dinding bebatuan, hingga akhirnya tiba di tempat perahu ditambatkan.

n695579627_1149739_2431

Semakin siang, suasana semakin ramai. Perahu-perahu yang mengangkut wisatawan sudah semakin banyak, saya pun kembali ke rumah Pa Odin untuk mandi dan istirahat. Memang, baru satu kali saya mengunjungi Green Canyon, namun hal itu sudah cukup untuk membuat saya ingin mengunjungi nya lagi di lain kesempatan.