Niat untuk kembali berpetualang sebenernya sudah ada di benak saya kurang lebih beberapa bulan yang lalu. Namun dikarenakan kondisi yang belum memungkinkan, akhirnya petualangan saya tersebut ditunda hingga secara tidak sengaja membaca sebuah note di sebuah situs jejaring sosial seorang teman yang berisikan itinerary dan perkiraan budget ke Karimun Jawa…

Setelah ditimbang-timbang, akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dengan teman-teman baru saya, melaut ke gugusan Kepulauan Karimun jawa. Berikut sedikit kisah perjalanan saya.

16 Juni 2009 : One Night Stand in Jepara

Tiba di stasiun Pontjol Semarang jam 06.00WIB, setelah sebelunya Berangkat dari Jakarta menggunakan kereta Ekonomi Tawang, jurusan Ps. Senen – Semarang, langsung tujuan pertama saya kamar mandi….Setelah mandi dan bebersih, saya mencoba menghubungi rekan-rekan yang akan berangkat dari Jogja. Akhirnya diputuskan untuk bertemu di stasiun bis Turboyo.  Jam nya tidak diketahui. Sebenernya ada niat untuk melihat Kota Lama Semarang (yang tidak begitu jauh dari Pontjol), namun karena rasa malas yang melanda, akhirnya saya putuskan untuk langsung menuju ke terminal Turboyo.

Kurang lebih pukul 11.00 siang, rombongan Jogja mendaratkan kaki mereka di Turboyo. Kalo kata Bayu, saya sudah menunggu sampai keabisan gaya, hehehe..Pertama kali bertemu muka dengan mereka semua, maka perkenalan lah yang mampu melumerkan suasana. Setelah kami makan siang, pukul 12.00 WIB, bertolaklah menuju Jepara sebagai tempat persinggahan pertama, dikarenakan kapal baru akan bersauh keesokan harinya.

keril-keril kami

Sampai di Terminal Bis Jepara kurang lebih pukul 14.00 WIB, langsung mencari warung untuk memesan Es Teh Manis, pelepas dahaga selama perjalanan Surabaya – Jepara yang sangat panas….Sementara Fandi mencoba mencari tau penginapan yang super murah, kami pun berleyeh-leyeh di terminal.

Satu jam kemudian, akhirnya diputuskan menginap semalam di Guest House Kota Baru yang terletak di dalam area wisata Pantai Kartini. Setelah menaruh keril masing-masing, acara malam itu pun diisi dengan mengitari area wisata pantai Kartini, Makan malam dan mengobrol tukar pengalaman, sebelum akhirnya kami semua tertidur dengan lelap, memimpikan indahnya perjalanan 5 hari kedepan.


17 Juni 2009 : Menerjang Ombak 2 Meter menuju Karimun Jawa

menikmati pagi di Jepara

Pagi-pagi sekali, setelah kami semua selesai packing keril masing-masing, kamipun mengisi perut kami yang mulai keroncongan di warung yang telah kami pesan malam sebelumnya untuk buka pagi-pagi jam 7, sambil menunggu kedatangan 3 orang teman kami lagi.

Pukul 09.00 WIB, kapal KMP Muria pun bersauh menuju Karimun Jawa. Langsung kami menuju dek atas, yang ternyata sudah agak terisi oleh beberapa orang. Saya pun langsung menuju buritan dan mencari tempat berteduh, karena sudah pasti perjalanan kali ini akan menempuh waktu sekitar 6 jam, dan itu sudah bisa dipastikan panas. Sementara saya bersandar pada dinding kapal, mencoba menepis hantaman sinar surya, Bayu, Julian dan Fandi pun mendirikan Bivak disisi kanan dek kapal, dengan mempergunakan Ponco dan keril kami.

mendirikan-bivak

Pukul 11.00 WIB, terlihat gelombang mulai sedikit mengganas dan angin pun menderu kencang, memaksa saya mengeluarkan Jaket Windbraker saya dengan tujuan mencegah angin-angin nakal masuk ke badan saya. Sebenarnya saya sudah bisa sedikit memprediksi cuaca hari itu, dikarenakan malam sebelunya, Dedi browsing Internet dan diberitahukan bahwa gelombang 2 meter lebih sedang terjadi di perairan laut jawa. Namun apa yang saya rasakan, ternyata tidak seperti hanya ketika membayangkan hal tersebut. Akhirnya kami semua berusaha menikmati perjalanan kami dengan cara kami masing-masing. Bebas merdeka pokoknya.
Setelah terombang-ambing di lautan, akhirnya pukul 15.00, KMP Muria merapat ke dermaga Karimun Jawa. Dari atas sudah terlihat sedikit keindahan alam Karimun Jawa. Pantai dengan pasir putih, Degadrasi warna laut dari perairan dangkal hingga perairan dalam, Nyiur melambai, bongkahan koral-koral disisi pantai, seolah menyambut kedatangan kami dengan penuh rasa suka cita.

tiba di pelabuhan Karimun Jawa

Tahap selanjutnya mencari penginapan. Dibantu penduduk lokal (pa Samsul, yang nantinya akan menemani kami 3 hari kedepan dengan kapal nelayannya), akhirnya pilihan dijatuhkan pada Guest House Arriani, yang tidak begitu jauh letaknya dari dermaga pasar dan mesjid Karimun Jawa. Setelah nego dengan pemilik rumah, kami pun mengambil 3 kamar (2 kamar untuk rombongan kami 11 orang, dan satu kamar untuk teman Australia kami), yang pada akhirnya, selama 3 hari menginap, kami tidak saya mendapatkan 3 kamar tidur, tetapi akses penuh di ruang tamu serta ruang keluarga. Mantab….

Malam itu pula kami langsung nego masalah kapal yang akan kami pergunakan untuk melaut selama 3 hari kedepan, serta menyewa Snorkling Kit dan Life-Vest untuk kami semua. Selesai dengan segala macam urusan, malam pertama kami pun kami habiskan dengan mengulas seputar perjalanan kami menuju karimun jawa, mulai dari hal2 yang menyenangkan, hingga membahas aib masing-masing, sebelum akhirnya satu per satu tumbang di tempat tidur masing-masing.

18 Juni 2009 : Pulau Cemara Kecil – P. Cemara Besar – Tanjung Gelam nan eksotis.

Perjalanan hari pertama kami disepakati menuju Pulau2 di bagian Barat Pulau Karimun Jawa. Dikarenakan saat itu sedang dalam musim Angin Timur, maka malam sebelumnya kami dilarang untuk melaut kea rah Timur, dikarenakan ombak dan anginnya sangat tidak bersahabat.

Pukul 08.00 WIB kapal pun berangkat membawa kami ke Pulau Cemara Kecil untuk sebagai spot pertama kami ber-snorkling ria. Sepanjang perjalanan, kapal terombang-ambing oleh gelombang yang disebabkan angina musim timur. Kami pun berusaha menikmati nya, walau dalam beberapa kesempatan, jujur, perasaan saya sudah tidak menentu melihat kondisi kapal yang sangat terayun-ayun. Kepercayaan penuh telah kami berikan kepada Pa Samsul dan rekan, untuk dapat membawa kami semua dengan selamat.

Akhirnya setelah 30 menit lebih perjalanan, sampailah kami di luar bibir pantai Pulau Cemara Kecil (sekitar 1,5 KM). Kami pun sepakat ber-snorkling disitu, dengan rute menuju pulau cemara kecil, sehingga kapal tidak merapat terlebih dahulu.

pulau cemara kecil

Kemungkinan karena kondisi alam, susunan koral yang terdapat di sekitar cemara kecil didominasi hard koral, tapi sebagian terdapat soft koral. clown fish atau yang kita kenal dengan nemo. Sambil berenang melawan arus untuk menuju bibir pantai (sampai-sampai saya merasa kesal, karena tidak sampai2) akhirnya kami tiba di pulau cemara kecil. Pasir nya putih, dan halus. dengan latar gunung karimun Jawa, membuat kami semua menikmati dengan senang apa yang ada dihadapan kami.

Terdapat satu keluarga yang menghuni pulau ini, dengan maksud untuk memelihara kebersihan pulau. Namun jika musim badai tiba, pasokan logistic ke pulau ini agak terganggu, sehingga mereka biasanya pindah ke Pulau Karimun Jawa.

Setelah puas bermain-main di pantai, berjalan menelusuri dan mengelilingi pulau ini, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pulau Cemara Besar. Sebenarnya kalau tidak salah, apabila kondisi sedang tidak berangin dan Laut tidak pasang, maka kita bisa bermain bola di sepanjang bibir pantai Pulau ini, karena hamparan pasir putihnya sangat lah luas. Namun kemarin kita tidak bisa melihat luasnya pasir putih, dikarenakan air laut sedang tinggi. Jadi kami semua hanya puas berenang menuju tepian pulau. Di Cemara Besar, kami menikmati bekal makan siang yang telah kami persiapkan sebelumnya. Terasa nikmat akibat rasa lelah dan kebersamaan kami, sehingga kami semua tekun menghadapi bekal makan siang kami.

menikmati siang di cemara besar

Selesai makan  siang, beberapa masuk ke wilayah pulau Cemara Besar, sedangkan sisanya tidur-tiduran di pantai saja menikmati air yang relative agak tenang dan semilir angin yang mendesir membuai kami semua. Puas bermain di Cemara besar, kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju Tanjung Gelam untuk ber-snorkling kembali. Dominasi Hard Coral masih terlihat disini. Satu dua koral yang rusak, dikarenakan besarnya gelombang laut pada saat musim angin barat.

Berbagai ikan karang juga kami lihat disini. Sungguh cantik, seperti mengajak kami menari bersama. Info dari Bayu, kedalaman tempat kami snorkeling sekitar 5 meter, namun arus bawah ternyata tidak begitu kuat, dibandingkan dengan arus atas.

saatnya snorkeling

Setelah kami puas snorkeling disini (sampai sempat pula beberapa dari kami loncat dari kapal, bersalto dan keceriaan lainnya), kapal pun diarahkan menuju bibir pantai Tanjung Gelam. Untung saya membawa kamera poket saya, yang sudah saya bungkus dengan kantok plastic dobel dua (trauma pengalaman di Sawarna). Puas mengabadikan lukisan alam yang terbentang di hadapan saya, kami pun bermain di pantai ini, Ada yang lari-lari, ada yang duduk manis, menonton teman-temannya, ada yang mau manjat2 pohon kelapa yang miring, ada yang menuju kea rah karang besar di sisi lain pantai, pokoknya semua tidak bisa diam. Bergembira bersama.

eksotisme tanjung gelam

Di ufuk barat, matahari terus saja turun. Sebenarnya indah sekali jika dapat menikmati sunset di Tanjung Gelam ini, namun pertimbangan kondisi alam, akhirnya kami pun berlabuh kembali menuju dermaga Karimun Jawa, karena waktu telah menunjukkan puluk 16.30 WIB.

Sampai di penginapan, langsung mandi untuk menghilangkan lengket dan bau garam. Langsung kami kembali menuju dermaga untuk mengabadikan matahari tenggelam dengan kamera kami. Menikmati lukisan senja, merupakan salah satu favorite saya. Melihat perubahan warna-warna kuning, merah dan Jingga, menghantarkan sore kepada malam…..

menikmati sunset di dermaga

Akhirnya setelah kami puas seharian melaut, selesai makan malam, malam itu pun kami tutup dengan ngobrol bersama sampai puas, sampai kantuk menyerang kami, dan semua terlelap oleh buaian ombak dalam mimpi. ZZzzzzzzzzzzzz…………….

19 Juni 2009 :  Laguna di Pulau Burung, Menikmati kelapa Muda di Menjangan Kecil, dan berenang bersama Hiu di Menjangan Besar plus sunset diatas kapal ditengah lautan.

Hari kedua melaut. Pagi-pagi sekali kami sudah terbangun. Setelah menyelesaikan semua hak dan kewajiban kami, akhirnya kembali pukul 08.00 WIB, kami pun berangkat melaut kembali dengan Pa’ Samsul.

Tujuan kami kali ini adalah satu pulau luar yaitu pulau Burung, dengan waktu tempuh kurang lebih sekitar 1 jam (kondisi angin besar dan Ombak tinggi). Berbeda dengan hari sebelunya, hari ini saya duduk manis di Anjungan kapal, sehingga sepanjang perjalanan, terlihat jelas bagaimana ombak menyapu kapal kami. Ombak hampir setinggi 2 meter pun menjadi tontonan segar mata saya, dan ikut memacu adrenalin di tubuh saya.

melaut bersama

Akhirnya kapal pun melepas sauh tak jauh dari Pulau Burung. Camar-camar laut dan 2 burung elang menyambut kedatangan kami semua. Langsung saja kami semua bersnorkling kembali dengan arus yang lumayan kencang. Hari itu pa Samsul ikut turun ke air, sehingga saya langsung membuntuti beliau untuk melihat gugusan koral-koral dan ikan karang yang amat cantik.

Puas snorkeling, kami pun bergegas menuju Pulau Burung. Pulau Burung ini merupakan tempat favorite bagi saya. Pinggiran pantai tempat kami mendarat dikelilingi oleh beberapa koral putih dan sedikit samapah yang mungkin tersangkut akibat sapuan ombak. Selain camar-camar yang terbang disini, di pulau burung ini juga terdapat sarang burung yang sangat besar sekali, kemungkinan elang garuda atau rajawali. Itu sebabnya pulau tersebut dinamakan penduduk karimun jawa sebagai pulau Burung.

menikmati pulau burung

Mengitari pulau Burung, kami mendapatkan spot cantik yang berbentuk seperti Laguna, dengan latar belakang Laut lepas yang biru….Cantik Nian….sampai-sampai kita semua malas beranjak dari tempat itu. Puas bermain-main di Laguna, kami berjalan kembali untuk mengitari pulau tersebut. Bakau yang tumbuh subur, pohon-pohon kering menambah eksotisme pulau burung. Sekitar pukul 11.00 WIB, kami pun kembali ke Pulau Karimun Jawa, disebabkan kami harus menunaikan Sholat Jum’at terlebih dahulu, untuk kemudian kembali melaut hingga petang tiba.

Selesai Sholat Jum’at, sekitar pukul 13.30 WIB, kami pun kembali menjejakkan kaki ke kapal nelayan yang akan membawa kami untuk ber-snorkling kembali di Pulau Menjangan Kecil. Disini koral keras membentang luas, namun beberapa tampak patah. Mungkin ada yang kurang hati-hati menyapukan fin nya melewati koral tersebut. Dominasi ikan hias yang meriah dapat dijumpai disini. Kemarin kami sengaja menaburkan umpan nasi dan roti, sehingga banyak sekali ikan-ikan yang dating berhamburan ke arah kami, menari di sekitar kapal dan kami semua. Oh ya, kemungkinan arus disini agak kotor, sehingga 10 menit snorkeling, kami semua langsung merasa agak gatal. Tapi kata Pa Samsul hal itu tidak apa2. Ya sudah, kami semua kembali menikmati laut dengan snorkeling dan bermain bersama ikan-ikan.

Puas snorkeling, kami pun menuju bibir pantai menjangan kecil. Hati-hati dengan banyaknya bulu babi yang berserakan di sini, sehingga membuat kami agak kesulitan untuk menuju ke arah pantainya. Sampai-sampai ada yang mengeluarkan manifest2 ala ballerina nya untuk menghindari sentuhan bulu babi nan tajam itu.

gugusan nyiur melambai

Sesampainya di pantai, langsung saja kami di sambut pa Samsul yang sudah terlebih dahulu tiba. Sebenarnya bukan sambutan pa Samsul yang kita nantikan, namun sambutan Kelapa Muda yang sedang ditebas pa Samsul yang sangat kita nantikan. Bayangkan, menikmati siang itu dengan snorkeling, bermain bersama ikan, menikmati hembusan angin laut, kemudian ditutup dengan menegak Kelapa Muda, bukankah suatu hari yang sangat menyenangkan, hehehe…..

Puas mengusir dahaga dengan Kelapa Muda, kami berenang kembali menuju kapal. Diperjalanan pulang ke kapal, kami berjumpa dengan Scorpion Fish. Ikan cantik yang amat berbisa. Pa Samsul pun mengeluarkan manifest goloknya, demi membuat ikan tersebut bereaksi dan membentangkan siripnya yang sangat indah….Sayang kami tidak sempat mengabadikan ikan indah tersebut. Lah, untuk melihatnya saja kami sudah ketar ketir, apalagi maju untuk memotonya…..lain kali deh, hehehe

Perjalanan kami lanjutkan ke Pulau Menjangan Besar. Bukan untuk snorkeling atau bermain di pantainya, namun untuk menengok penakaran Tukik dan Hiu Karang yang tidak berbahaya itu. Disini kami melihat Hiu Hitam, Hiu Putih, Penyu besar yang berumur 100 tahun, Ikan Baracuda, Clown fish, dan penakaran Tukik.

Tadinya kami hanya ingin melihat-lihat saja, namun karena rasa penasaran terhadap Hiu karang tersebut, akhirnya beberapa dari kami, termasuk saya, masuk ke kolam penakaran tersebut, untuk berenang bersama Hiu dan Penyu raksasa.

karamba penyu raksasa dan hiu karang

Puas bermain bersama Hiu-hiu tersebut (yang sedikit pemalu karena ada habitat lain yang masuk ke daerahnya, sehingga kami harus mengejar mereka), akhirnya kami pun meninggalkan Menjangan Besar, unuk kembali ke penginapan. Dalam perjalanan pulang, sekitar pukul 17.30 WIB, kami sudah dihadapkan pada kenyataan bahwa betapa indahnya menikmati matahari terbenam di tengah lautan, terombang-ambing diatas anjungan kapal nelayan. Mesin kapal pun dimatikan sementara, demi memuaskan dahaga kami atas indahnya lukisan senja saat itu.

Melihat bagaimana bulatan jingga sang surya perlahan tenggelam seperti masuk ke dalam lautan luas, menggantikan sore dengan malamnya. Dan kami semua memanjakan mata kami dengan keindahan tersebut. Yeeaahhhh……..kami mencatat hattrick, 3 kali berturut-turut menikmati senja yang sangat indah…..

bersama menikmati senja yang indah

Akhirnya kami telah melaut selama 2 hari. Tidak terasa, warna kulit kami semua sudah mulai memerah, tersengat panas matahari dan air laut, yang menjadikan sahabat kami, Banana Boat 50 SPF seperti tidak ada artinya. Entah karena agak kelelahan, atau bagaimana, malam itu kami semua tidur agak lebih cepat dibandingkan malam sebelumnya, dengan satu tujuan untuk esok hari, yaitu memancing seharian di Pulau Galean.

20 Juni 2009 : Memancing di Lautan, melewati satu hari di Pulau Galean

Hari ketiga kami di Karimun Jawa….Bosan ? ohh tentu tidak…..yang ada hanya rasa haus kami untuk terus menjelajahi pulau-pulau yang berada di wilayah Kepulauan Karimun Jawa ini. Di hari ketiga ini, kami semua sepakat ingin menuju Pulau Galean, yang letaknya agak sejajar dengan Pulau Burung. Aktifitas hari ini disepakati hanya memancing dan leyeh-leyeh selama satu hari penuh di Pulau tersebut.

Sekitar pukul 08.00 WIB kami berangkat menuju Pulau Galean, yang sudah termasuk pula gugusan pulau terluar dari Kepulauan Karimun Jawa. Kondisi angin dan ombak masih sama seperti kemarin, Tapi semua itu sudah bukan menjadi hal baru bagi kami semua.

Tiba di Pulau Galean, kami membagi menjadi 2 kelompok. Ada yang ikut dengan Pa Samsul untuk memancing di tengah laut, ada pula yang ingin bersantai saja di Pulau Galean, dan kebetulan saya termasuk di dalam rombongan yang terakhir, sehingga saya tidak dapat menceritakan bagaimana kondisi memancing di tengah laut sana.

pulau geleyan

Cuaca saat itu lebih bersahabat, dengan panas nya matahari yang tidak terlalu menyengat (kadang-kadang tertutup awan), membuat kami sangat nyaman untuk bersantai di bawah pohon cemara yang besar.

Pulau tersebut dihuni oleh satu keluarga, dan menjadi tempat favorite bagi para penikmat alam untuk kemping disitu. Namun ada satu hal yang perlu kami perhatikan, yaitu dilarang menebang pohon sembarangan, karena takut sang pemilik nya marah kepada keluarga yang menunggu pulau tersebut. Akhirnya kami pun mencari ranting-ranting untuk kami jadikan kayu bakar guna membakar ikan hasil pancingan nanti.

the ladies

Saat kami leyeh-leyeh dipinggir pantai, ibu yang baik hati tadi datang kembali membawa air minum beserta teh untuk dapat kami masak. Akhirnya kami memasak air panas terlebih dahulu untuk membuat teh….seperti kata komersial break di tipi-tipi….Ini Teh Susu….atau ini teh ??? Susu ???….suka-suka laahhh, hehehehe

Selanjutnya kami bermain di pantai, dengan mengabadikan moment-moment indah, menangkap indahnya alam dalam bidikan lensa. Tanpa terasa, matahari mulai meninggi, dan kapal kami telah berpindah tempat sebanyak 3 kali demi memuaskan hasrat memancing mereka.

Sekitar pulul 13.00 WIB, perut kami sudah minta diisi olah sesuap nasi. FYI, kami hanya membawa nasi putih, karena asumsi kami, nanti akan makan siang dengan ikan bakar hasil pancingan kami. Namun ternyata, hingga siang hari, mereka yang memancing belumlah kembali, sehingga kami hanya menanti dan menanti. Agak menyesal juga sih, kenapa saya tidak beli nasi bungkus komplet dengan lauknya. Masalah makan dengan Ikan bakar, khan ada ronde kedua,  ya gak ? hehehehe….

Saat perut demo minta diisi, tak disangka, sang ibu yang baik hati itu, kembali datang ke kami sembari membawakan kami ikan kerapu karang yang telah digoreng beliau dengan minyak wijen. Pertamanya kita semua ngerasa nggak enak sudah terus-terusan merepotkan si ibu tadi, tapi pas si ibu balik badan, semua rasa itu lenyap…yang ada kita semua menikmati hidangan Ikan Kerapu Karang dengan nikmat sekali…..hehehehe….maaf ya bu…kita terlalu banyak basa-basi… Sebelumnya kami juga mencoba ingin membakar kerang pantai, tapi hal itu langsung kita urungkan, ketika si bapa bilang ke kami, jangan membakar kerang, karena kepercayaan nelayan dan orang timur, kalo bakar kerang, hujan badai langsung datang. Wah daripada ambil resiko gak bisa pulang, ya udah hal tersebut dibatalkan dengan Veto.

Akhirnya sekitar pukul 14.30 WIB, rombongan pemancing merapat di pinggir pantai, membawa hasil tangkapan mereka yang lumayan banyak…Kalo kata Bayu, itu kerapu karang mahal banget kalo dikota. Disini kita bisa menikmati sepuasnya….Memang laut itu banyak manfaatnya yah, apalagi bagi kami para petualang kere, hehehehe.

Ketika mereka sibuk membakar dan makan ikan tangkapan mereka, diam-diam saya beringsut meninggalkan rombongan menuju kearah Timur. Bukan apa-apa, disamping perut saya yang sudah terisi makanan, sehingga saya sudah tidak khawatir dengan maag saya, gak tau kenapa, saat itu saya hanya ingin menikmati kesendirian. Akhirnya saya duduk santai di pinggir pantai, menikmati burung-burung yang menari di awan, menikmati deburan halus ombak di pulau Gelian, menikmati wangi garam air laut yang serasa menampar halus muka ini….semua nya saya nikmati dalam kesendirian…sampai-sampai dalam hati saya mikir, ternyata hasrat ingin sendiri saya kambuh di pulau ini…

menikmati hamparan pasir pantai

Sekitar pukul 16.30 WIB, setelah puas menikmati ikan bakar, puas bermain di pantai, puas poto-poto, akhirnya kami memutuskan untuk kembali dan tidak jadi menikmati sunset di pulau Galean, karena khawatir ombak akan semakin meninggi. Namun sebagai gantinya, kami kembali menikmati indahnya lukisan senja tersebut dari atas kapal di tangah lautan. Ah indah nya….sulit sekali sampai saat ini melupakan hal-hal indah tersebut. Akhirnya ketika kapal merapat di dermaga, kami semua pun berfoto bersama lengkap dengan kapal yang menjadi sahabat kami selama 3 hari di karimun jawa.

Malam harinya, kami semua check barang-barang bawaan masing2 dan packing kembali, dikarenakan keesokan harinya, kami akan pulang kembali menuju Jepara menggunakan KMP Muria. Selesai semua urusan administrasi, kami pun melewati malam itu dengan ngobrol satu sama lain, bercengkrama, seolah tidak rela kalau besok kami harus melepas semua nya, meninggalkan kenangan kami di Kepulauan Karimun jawa nan Indah ini.


21 Juni 2009 : Perjalanan Pulang Menuju Semarang

Hari ini petualangan kami di karimun jawa harus kami sudahi. Dengan menaiki KMP Muria, kami pun berlabuh kembali menuju Jepara.

pulang menuju pelabuhan karimun jawa

Berbeda dengan awal keberangkatan kami, perjalanan pulang kali ini terasa sangat memakan waktu, disebabkan sama sekali tidak ada angin, dan ombak dalam keadaan tenang, dan sinar matahari tepat berada di atas kepala. Haduh..perjalanan yang berat, karena membuat kami semua dehidrasi berat. Tetap membuat bivak diatas kapal, akhirnya kami semua mencoba melewati perjalanan pulang ini dengan tidur dibawah bivak, dengan cuaca nan panas.

Sampai Jepara, kami langsung mencari warung untuk membeli minum. Kita semua minum sudah seperti onta, sampe 4-5 gelas air minum kita teguk. Selesai sudah petualangan kami kali ini. Banyak rasa suka, duka kami lewati bersama. Persahabatan yang baru lahir di perjalanan kami kali ini. Rasa solidaritas yang tinggi, membuat kami seolah tidak ingin berpisah dalam perjalanan pulang.

Saat menuju Semarang, rombongan akan terpisah menjadi dua. 5 orang melanjutkan petualangannya di Kota Lunpia Semarang, 5 orang kembali ke Jogja dengan melewati jalur Solo (karena bis ke JOgja dari Semarang sudah habis), sedangkan Bala, sendiri menikmati Bus Super Eksekutif dengan segala fasilitasnya, kembali ke Jakarta. Sementara itu, 2 teman kami dari Australia, masih extend 2 hari lagi di karimun jawa.

and finally we go home.....

===========================

foto-foto lainnya dapat dilihat di : http://junior1512.multiply.com/photos/album/304/Karimun_jawa….ekspedisi_Lapaaarrrrrr