Puncak perayaan Sekaten yang dilaksanakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini jatuh pada hari Jum’at Kliwon 26 Februari 2010 atau 12 Mulud tahun 1943 jawa, merupakan perayaan Grebeg Maulud yang dapat dibilang istimewa, dikarenakan bertepatan dengan Tahun Dal yang jatuh setiap delapan tahun sekali.

Sejak pagi hari, seluruh masyarakat Jogjakarta sudah terpusat di Alun-alun Utara guna menyambut prosesi keluarnya Gunungan yang akan dikirab dari dalam Keraton menuju Masjid Ghede / Masjid Agung Kauman, Jogjakarta. Mengawali prosesi kirab gunungan, ditampilkan 8 ekor gajah yang dinaiki oleh para pawangnya, diikuti oleh keluarnya tujuh buah gunungan, yaitu dua Gunungan Lanang, satu Gunungan Wadhon, satu Gunungan Pawuhan, satu Gunungan Gepak dan Satu Gunungan Dharat, serta Gunungan Bromo yang hanya dikeluarkan pada Tahun Dal ini, dengan kawalan para prajurit keraton.

Dari ketujuh Gunungan ini, satu Gunungan Lanang dikirab menuju Pura Pakualaman dan sisanya menuju Masjid Ghede untuk didoakan dan diperebutkan bagi masyarakat yang hadir. Khusus gunungan Bromo, Gunungan ini dibawa kembali menuju Keraton, untuk kemudian diperebutkan oleh kerabat keraton.

Acara Kirab Gunungan Grebeg Maulud ini, meskipun diadakan setiap tahun, namun antusiasme masyarakat sangatlah besar dan sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Menurut Surya dan Putri yang ditemui Redaksi saat kirab tersebut berlangsung, mereka khusus datang ke kota Jogjakarta untuk ikut serta dalam suasana Kirab Grebeg Maulud yang sangat meriah tersebut, apalagi Grebeg Maulud kali ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan Tahun Dal, sehingga mereka dapat melihat bentuk Gunungan Bromo yang baru akan dapat dilihat 8 tahun mendatang.